Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwatam saat menerima audiensi Anggota DPD/MPR RI Dapil Bali, Arya Wedakarna (AWK), Selasa (12/8).
Karangasem
Suasana hangat namun penuh keseriusan menyelimuti ruang kerja Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Selasa (12/8), ketika menerima audiensi Anggota DPD/MPR RI Dapil Bali, Arya Wedakarna (AWK). Pertemuan ini menjadi ruang diskusi strategis membedah berbagai persoalan mendasar hingga visi jangka panjang pembangunan Karangasem.
Dalam pertemuan tersebut, sederet isu krusial masuk dalam pembahasan. Mulai dari solusi permanen persoalan air bersih dan percepatan perbaikan infrastruktur jalan, penataan operasional truk di jalur Candidasa yang kerap memicu kemacetan, hingga dorongan pembangunan universitas di Karangasem untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Tidak hanya itu, AWK juga mengusulkan penguatan Medical Bali Tourism dan standarisasi sport tourism di Karangasem, sebagai strategi diversifikasi pariwisata. Revitalisasi kawasan wisata Candidasa, pengelolaan mandiri Pelabuhan Padangbai, serta penguatan Pos TNI AL juga menjadi fokus. Di bidang mitigasi bencana, peningkatan infrastruktur telekomunikasi masuk dalam daftar prioritas agar Karangasem lebih tanggap dalam menghadapi potensi bencana alam.
Bupati Gus Par mengapresiasi kedatangan AWK dan menilai masukan tersebut sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Arya Wedakarna yang telah datang langsung ke Karangasem dan membawa sejumlah gagasan strategis. Sinergi seperti ini sangat penting agar persoalan mendasar seperti air bersih, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata dapat ditangani secara menyeluruh,” ujar Gus Par.
Ia menegaskan, Pemkab Karangasem akan terus membangun kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan wakil daerah di tingkat nasional, demi mewujudkan Karangasem yang lebih maju dan berdaya saing.
“Kami ingin Karangasem bebas dari masalah klasik dan siap melangkah ke arah pembangunan yang berkelanjutan. Kerja sama ini akan menjadi energi baru bagi percepatan kemajuan daerah,” tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam ini menjadi sinyal bahwa koordinasi lintas sektor, antara kepala daerah dan legislator nasional, menjadi kunci penting membangun Karangasem dari hulu hingga hilir.