Foto: Bupati I Gusti Putu Parwata (Gus Par) menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian pangan lokal, sejalan dengan visi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

Karangasem

Upaya memperkuat ketahanan pangan di Karangasem terus digalakkan. Dalam momentum panen raya jagung di Seraya, Selasa (18/3/2025), Bupati I Gusti Putu Parwata (Gus Par) menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian pangan lokal, sejalan dengan visi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

“Jagung Seraya memiliki potensi besar, tidak hanya untuk konsumsi masyarakat tetapi juga sebagai komoditas ekonomi strategis. Ke depan, kami akan terus mengembangkan inovasi pertanian agar hasilnya semakin optimal,” ujar Bupati Gus Par saat panen berlangsung.

Di bawah kepemimpinan Gus Par dan Pandu Prapanca Lagosa, Pemkab Karangasem terus menggenjot berbagai program strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dukungan benih unggul, modernisasi pertanian, penguatan pasar, serta pendampingan petani menjadi kunci agar Karangasem mampu berdikari dalam produksi pangan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, jagung Seraya merupakan komoditas unggulan daerah dengan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan. Data produksi tahun 2024 menunjukkan:

✅ Luas tanam: 2.896,13 hektare
✅ Total produksi: 11.936,05 ton
✅ Produktivitas rata-rata: 35,14 kwintal per hektare

Sementara itu, di wilayah Seraya sendiri, panen jagung mencatat hasil yang menjanjikan:

✅ Luas panen: 366,11 hektare
✅ Total produksi: 1.148,13 ton
✅ Produktivitas rata-rata: 31,36 kwintal per hektare

Jagung Seraya, selain dikonsumsi langsung, juga dapat diolah menjadi beras jagung, simbol nyata kemandirian pangan rumah tangga di Karangasem. Dengan strategi pertanian yang lebih modern dan berbasis inovasi, Pemkab Karangasem optimis komoditas ini akan semakin berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi petani.

“Kami ingin menjadikan pertanian sebagai kekuatan ekonomi masyarakat. Dengan program inovatif dan dukungan infrastruktur pertanian yang lebih baik, Karangasem bisa menjadi daerah yang mandiri dalam pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Gus Par.

Panen raya ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah nyata menuju swasembada pangan. Dengan visi “Agung” yang terus dijalankan, Karangasem semakin siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Mampukah daerah ini menjadi model pertanian mandiri di Bali? Waktu yang akan menjawab.

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *