Foto: Objek Desa Wisata Penglipuran Bangli.
Bangli
Di tengah harmoni alam dan tradisi yang lekat, Desa Wisata Penglipuran terus menjadi kebanggaan Bangli. Namun, keindahan ini tidak cukup hanya dipuji. Tahun 2025 nanti, desa ini dibebani target retribusi Rp 29,1 miliar—angka yang lebih tinggi dari Rp 26 miliar di tahun 2024. Harapan besar ini, bagaimanapun, menyisakan pertanyaan: apakah keindahan saja cukup untuk menarik lebih banyak wisatawan?
Ketut Guna, anggota DPRD Bangli, angkat suara. Ia tak ingin target besar ini menjadi beban sepihak bagi desa yang telah dikenal dunia. Baginya, promosi pariwisata harus dipacu, bukan sekadar wacana. “Investasi untuk promosi itu penting. Kalau hanya menaikkan target tanpa upaya nyata, bagaimana kita bisa mencapai hasil yang diharapkan?” tegasnya.
Namun promosi saja tak cukup. Fasilitas di destinasi wisata, seperti toilet, juga harus ditingkatkan. Keluhan wisatawan tentang toilet yang belum standar menjadi perhatian utama. “Toilet itu kesan pertama sebuah destinasi. Kalau fasilitas dasarnya saja mengecewakan, bagaimana wisatawan bisa betah?” imbuh wakil rakyat dari Partai NasDem itu.

Selain itu, akses jalan menuju desa juga perlu diperbaiki. Ketut menyoroti pelebaran jalan di sisi selatan sebagai salah satu prioritas. “Ini tanggung jawab pemerintah. Kami di desa hanya menjaga kebersihan dan kelestarian,” ujarnya lirih, berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah.
Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Sugiarta, menjelaskan bahwa target Penglipuran adalah yang tertinggi dibanding empat objek wisata lainnya di Bangli. Bahkan, Daya Tarik Wisata Batur pun hanya ditargetkan Rp 28,6 miliar, sementara Terunyan, Pura Kehen, dan Pura Pucak Penulisan memiliki target yang jauh lebih kecil.
Desa Wisata Penglipuran adalah bukti harmoni alam, tradisi, dan manusia. Namun, harmoni ini butuh sentuhan: dukungan nyata dari pemerintah. Sebab, di balik angka-angka target, ada kerja keras masyarakat yang menjaga keindahan ini tetap hidup. Pertanyaannya kini, mampukah semua pihak bergandeng tangan agar Penglipuran terus bersinar?