Foto: Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem Bali, Dr. Ir. Wayan Adnyana, S.H., M.Kn.

Denpasar

Tokoh politik sekaligus akademisi terkemuka asal Bali, Dr. Ir. Wayan Adnyana, S.H., M.Kn., resmi bergabung dengan Partai NasDem. Ia dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem Bali. Keputusan bergabungnya sosok yang dikenal luas di dunia akademik dan hukum ini menandai langkah baru dalam perjalanan pengabdian politiknya.

Dalam wawancara usai menghadiri peringatan HUT ke-14 Partai NasDem di Gedung DPW NasDem Bali, Dr. Wayan Adnyana menegaskan alasannya memilih partai besutan Surya Paloh. Ia menilai, politik adalah sarana paling efektif untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Bung Karno pernah mengatakan bahwa jika kita ingin mengabdi kepada masyarakat, maka jembatan emas yang paling baik adalah partai politik,” ujarnya.

Menurutnya, panggilan hati untuk kembali aktif di dunia politik didasari oleh keinginannya berkontribusi nyata terhadap bangsa.

“Melalui kesempatan ini, saya ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya para tokoh dan orang-orang yang peduli terhadap kemajuan bangsa, untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia. Jalan terbaik atau The Golden Way untuk itu adalah dengan bergabung ke partai politik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wayan Adnyana mengungkapkan kekagumannya terhadap konsistensi perjuangan Partai NasDem sejak berdiri. Ia menilai semangat restorasi Indonesia yang diusung Surya Paloh bukan sekadar slogan, tetapi terbukti dalam kiprah nyata partai di kancah politik nasional.

 “Jika kita menengok ke belakang, perjalanan Partai NasDem selama 14 tahun ini menunjukkan konsistensi perjuangan yang luar biasa dari pendirinya, Kakak Surya Paloh. Beliau adalah sosok yang memiliki visi besar dan semangat kuat untuk melakukan restorasi terhadap bangsa ini,” katanya.

Wayan Adnyana menambahkan, capaian NasDem di setiap pemilu merupakan bukti konkret kepercayaan rakyat.

 “Buktinya nyata, pada Pemilu pertama, Partai NasDem langsung lolos ke parlemen. Pada Pemilu berikutnya jumlah kursinya bertambah, dan di pemilu terakhir pun meningkat lagi. Ini menandakan perjuangan NasDem konsisten, terukur, dan mendapat kepercayaan rakyat,” tegasnya.

Sebagai akademisi, Wayan Adnyana menilai dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun bangsa. Ia menegaskan bahwa kaum intelektual tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi harus ikut serta menentukan arah kebijakan nasional.

 “Dunia pendidikan tidak boleh hanya mengamati dari luar, tetapi juga perlu ikut terlibat, memberikan kontribusi nyata, bahkan bila perlu bergabung ke partai politik,” ujarnya.

Ia meyakini, melalui politik, para tokoh pendidikan dapat berperan langsung dalam memajukan sistem pendidikan nasional dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana cita-cita yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

 “Jika kita menelaah cita-cita para pendiri bangsa, melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, semuanya bermuara pada upaya menciptakan bangsa yang adil, makmur, dan berpendidikan,” ucapnya.

Dr. Wayan Adnyana mengajak para insan pendidikan, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk tidak apatis terhadap politik.

 “Mari bergabung, mari wujudkan perubahan nyata melalui gerakan restorasi bersama Partai NasDem. Saya yakin, Partai NasDem adalah pilihan terbaik bagi insan pendidikan yang ingin berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Dr. Wayan Adnyana, memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Ir. I Nengah Senantara dalam memajukan Partai NasDem di Bali. Menurutnya, Senantara mampu menghadirkan gaya kepemimpinan yang menginspirasi, berpadu antara gerakan berbagi dan semangat pengabdian tulus kepada masyarakat.

 “Pak Senantara memajukan NasDem dengan gayanya sendiri, melalui gerakan berbagi dan spirit kemanusiaan yang kuat. Ia sosok wakil rakyat yang memiliki integritas tinggi, benar-benar mengabdi untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Wayan Adnyana.

Ia menambahkan, Senantara adalah figur politik yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, tidak menjadikan politik sebagai jalan mencari kekayaan, tetapi sebagai sarana mengabdi untuk kepentingan masyarakat luas.

 “Beliau tidak memikirkan kebijakan untuk kepentingan pribadi. Politik bagi Pak Senantara bukan alat untuk mengejar materi, tetapi wadah untuk memberikan manfaat dan pelayanan bagi rakyat,” tegasnya.

Untuk diketahui, Dr. Wayan Adnyana dikenal luas sebagai tokoh pendidikan dan profesional hukum di Bali. Ia merupakan pendiri Universitas Bali Dwipa dan Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi (ATRO) Bali, dua lembaga pendidikan yang menjadi bukti nyata komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda Bali.

Selain berkiprah di dunia pendidikan, Dr. Wayan Adnyana juga memiliki latar belakang kuat di bidang hukum dan kenotariatan, serta dikenal sebagai notaris yang berintegritas tinggi.

Dalam perjalanan politiknya, ia pernah berkarier di Partai Hanura dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebelum akhirnya memilih bergabung dengan Partai NasDem. Di partai besutan Surya Paloh ini, ia kini dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem Bali, sebuah posisi yang merefleksikan pengalaman dan dedikasinya dalam dunia politik, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *