Foto: Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng Made Jayadi Asmara.

Buleleng

Di bawah langit Buleleng yang sarat harapan, pesta demokrasi Pilkada Buleleng 2024 seolah berbalut awan mendung. Dari 594.619 jiwa yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), hanya 366.818 orang yang hadir ke TPS, menyisakan angka partisipasi sebesar 61,69 persen.

Artinya sebanyak 38, 31 persen atau mendekati setengah dari jumlah pemilih di Buleleng memilih golput atau tidak menggunakan hak pilihnya. Data ini, hasil pleno rekapitulasi KPU Buleleng, menjadi cermin buram perjalanan demokrasi di Gumi Panji Sakti

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng Made Jayadi Asmara menyampaikan kegelisahan mendalamnya atas rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Buleleng 2024. Bagi Jayadi, rendahnya partisipasi ini lebih dari sekadar angka. Hal ini harus menjadi catatan serius. Sebab ketika masyarakat enggan menggunakan hak pilih, ini menunjukkan adanya persoalan mendasar, entah soal kepercayaan pada proses pilkada, atau ketidakpuasan terhadap calon pemimpin yang tampil.

“Pilkada Buleleng sudah berjalan dengan aman, damai, tertib dan lancar. Cuma catatannya adalah tingkat kehadiran pemilih itu yang yang belum memenuhi ekspektasi kita bersama. Ini terkait dengan legitimasi dari pemimpin yang terpilih. Rendahnya tingkat partisipasi pemilih adalah alarm untuk demokrasi kita,” kata Jayadi Asmara belum lama ini.

Indonesia menggunakan rezim demokrasi, sistem sistem demokrasi  yang artinya pemimpin yang terpilih itu melalui melalui proses pemilihan yang dilakukan sesuai dengan mekanisme demokrasi yang ada. Pemimpin yang lahir dari proses pemilu dan pilkada legitimasinya itu terletak dari tingkat kehadiran pemilih di perhelatan politik tersebut.

Jayadi Asmara lantas mengingatkan bahwa rendahnya partisipasi pemilih membawa konsekuensi berat. Ketika legitimasi kandidat terpilih dirasa rendah, pemerintahan baru akan kesulitan memperoleh kepercayaan mayoritas masyarakat. Hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu jalannya roda pemerintahan ke depan.

“Karena semakin semakin tinggi kehadiran partisipasi pemilih dalam perhelatan pilkada itu menunjukkan bahwa pemimpin yang terpilih itu memiliki legitimasi yang kuat di mata masyarakat. Sayangnya partisipasi pemilih di Pilkada Buleleng 2024 ini masih sangat rendah. Dan ini sebagai catatan bersama,” terang Jayadi Asmara yang juga Wakil Ketua DPRD Buleleng itu.

Dia mendorong semua stakeholder untuk bersama-sama berupaya meningkatkan tingkat partisipasi pemilih di hajayan pesta demokrasi berikutnya, bukan hanya melakukan mobilisasi warga Buleleng di rantauan untuk kembali ke Buleleng menyalurkan hak pilihnya seperti yang sempat disampaikan oleh Ketua KPU Buleleng. Tetapi yang paling penting adalah melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa kita sepakat memilih pemimpinm melalui proses demokrasi dan itu harus dilakukan dengan menggunakan hak pilih masyarakat.

Dalam nada yang penuh optimisme, Jayadi menyerukan perlunya langkah konkret untuk memperbaiki keadaan. Ia menyarankan KPU Buleleng lebih proaktif mengedukasi masyarakat, terutama yang masuk DPT, mengenai pentingnya menggunakan hak pilih. “Edukasi itu kunci. Sosialisasi harus lebih gencar dan menyentuh akar rumput, bahkan hingga ke pelosok desa,” katanya.

“Edukasi yang yang penting dilakukan bukan hanya oleh penyelenggara pemilu tetapi juga oleh partai politik, pemerintah daerah, dan semua pihak terkait,” tambahnya,

Jayadi Asmara juga menyoroti perlunya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pilkada. “Partai politik dan penyelenggara pemilu harus memastikan bahwa proses ini bersih, transparan, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar layak dipercaya,” ungkapnya.

Di tengah evaluasi yang mendalam, Jayadi Asmara tetap mengapresiasi hasil pilkada. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng nomor urut 2 yang diusung PDI Perjuangan I Nyoman Sutjidra-Gede Supriatna atas kemenangan mereka.

“Kami berharap pemerintahan baru dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk Buleleng. Fraksi Partai NasDem di DPRD Buleleng akan mendukung penuh kebijakan yang berpihak pada rakyat,” pungkasnya.

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *