Foto: Ilustrasi Perundungan Anak

Jakarta

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyerukan langkah tegas terhadap pelaku perundungan, termasuk jika pelakunya masih anak-anak. Pernyataan ini disampaikan Sahroni merespons kasus perundungan di MTs Kecamatan Gabus, Pati, Jawa Tengah, yang mencuat baru-baru ini.

“Jangan anggap ini sekadar kenakalan anak. Ini adalah penganiayaan, bullying. Walaupun pelakunya anak-anak, harus ada sanksi atau hukuman yang setimpal,” ujar Sahroni di Jakarta, Kamis (26/12).

Sebagai legislator Partai NasDem dari Dapil DKI Jakarta III, Sahroni menegaskan pentingnya penegakan hukum yang memberikan efek jera. Menurutnya, tindakan tegas akan menjadi peringatan keras bagi pelaku dan pelajar lainnya agar tidak mengulangi tindakan serupa.

“Polisi harus memperkuat konsekuensi hukum agar pelaku jera. Pendekatan ‘kekeluargaan’ hanya akan melemahkan pembelajaran moral dan tanggung jawab. Kita perlu menyampaikan pesan yang jelas bahwa perundungan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Sahroni juga menyoroti tanggung jawab sekolah dalam mencegah dan menangani kasus perundungan. Menurutnya, pihak sekolah harus aktif membangun karakter dan moral siswa.

“Guru yang mengetahui adanya perilaku seperti ini harus segera mengambil tindakan pembinaan. Perilaku ini sering kali bukan tindakan pertama dari pelaku,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah bukan hanya institusi pendidikan formal, tetapi juga wadah pembentukan karakter siswa.

Selain itu, Sahroni mengimbau orangtua untuk ikut berperan dalam mendidik anak-anak mereka agar memiliki sikap yang baik dan menghormati orang lain.

“Kesadaran bersama sangat penting. Orangtua harus memberikan pendidikan moral dan menjadi teladan yang baik bagi anak-anak,” katanya.

Sahroni berharap ada kebijakan yang lebih tegas dan langkah preventif yang terintegrasi untuk meminimalkan kasus perundungan di sekolah. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.

“Ini tanggung jawab kita bersama, mulai dari sekolah, keluarga, hingga aparat penegak hukum. Hanya dengan kerja sama yang kuat, kita bisa memberantas perundungan dan melindungi generasi muda kita,” pungkasnya.

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *