Foto : Bupati dan Wakil Bupati Karangasem menghadiri undangan kegiatan outbond Paduan Suara Gita Swaraa yang digelar di Rumah Coklat, Pantai Jasri, Minggu (4/1/2026).
Karangasem
Mengawali tahun 2026, Bupati dan Wakil Bupati Karangasem menunjukkan perhatian nyata terhadap penguatan sumber daya manusia dan solidaritas komunitas seni daerah. Keduanya menghadiri kegiatan outbond Paduan Suara Gita Swaraa yang digelar di Rumah Coklat, Pantai Jasri, sebuah agenda kebersamaan yang sarat makna pembinaan dan apresiasi.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menjadi simbol pengakuan atas dedikasi dan konsistensi para anggota Paduan Suara Gita Swaraa yang selama ini setia menjaga kekhidmatan setiap upacara resmi pemerintah. Di ruang informal dan terbuka itu, terbangun dialog hangat sekaligus energi baru yang menegaskan bahwa kerja kebudayaan juga merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
Bupati dan Wakil Bupati Karangasem menilai, paduan suara bukan hanya pengisi acara seremonial, tetapi representasi disiplin, kekompakan, dan etos kolektif yang mencerminkan wajah Karangasem. Oleh karena itu, membangun semangat kebersamaan di awal tahun menjadi modal penting untuk menjaga kualitas dan profesionalisme ke depan.
Kegiatan outbond ini dilaksanakan secara swadaya melalui dana sukarela para anggota. Semangat gotong royong tersebut dipandang sebagai cerminan kemandirian sekaligus kecintaan para anggota terhadap organisasi yang telah menjadi bagian dari denyut kegiatan resmi daerah.
Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi Paduan Suara Gita Swaraa, baik dalam pembinaan maupun penguatan kapasitas. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas, profesionalisme, serta keberlanjutan peran Gita Swaraa sebagai elemen penting dalam menjaga wibawa dan khidmatnya setiap agenda resmi pemerintah daerah.
Di awal 2026, kehadiran pimpinan daerah di tengah komunitas seni ini menjadi pesan politik yang halus namun tegas: pembangunan Karangasem tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan manusia, seni, dan kebudayaan sebagai fondasi jangka panjang daerah.