Foto : Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par) saat meninjau penyediaan air bersih di Kecamatan Kubu.
Karangasem
Di tengah keterbatasan anggaran dan medan geografis yang tidak bersahabat, Pemerintah Kabupaten Karangasem tetap menegaskan keberpihakan pada kebutuhan dasar warganya. Penyediaan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Kubu menjadi bukti nyata bahwa harapan tidak sekadar diucapkan, tetapi diperjuangkan melalui kerja keras dan keteguhan kebijakan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu), Pemkab Karangasem memilih hadir di wilayah yang selama ini identik dengan kekeringan. Tantangan alam dan keterbatasan fiskal tidak dijadikan alasan untuk menyerah, melainkan dijawab dengan langkah-langkah konkret dan kolaboratif.
Bupati Gus Par secara aktif membangun jejaring dukungan lintas sektor, mulai dari menggandeng program Corporate Social Responsibility (CSR), lembaga swadaya masyarakat, hingga melakukan lobi ke pemerintah pusat. Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan keberanian politik untuk membuka ruang kolaborasi demi kepentingan rakyat.
Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah desa di Kubu kini telah merasakan aliran air bersih, sebuah kemewahan yang selama bertahun-tahun hanya menjadi harapan. Meski belum menjangkau seluruh wilayah, capaian ini menjadi titik awal dari perjuangan panjang yang dijanjikan berlanjut pada tahun 2026.
Pemkab Karangasem menegaskan, penyediaan air bersih bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan komitmen moral dan politik untuk menjamin hak dasar masyarakat. Pemerataan akses air bersih menjadi bagian dari visi pembangunan berkeadilan yang tidak meninggalkan wilayah pinggiran. Cahaya harapan itu kini mulai menyala di Kubu. Dan pemerintah daerah memastikan, perjuangan belum usai hingga kelak tak ada lagi warga yang harus menadah hujan demi memenuhi kebutuhan paling mendasar: air bersih.